IMPIAN ADALAH AWAL DARI SEBUAH CITA CITA........
DENGAN DO'A, KETEKUNAN, KERJA KERAS, & PANTANG MENYERAH...........
AKAN KURENGKUH IMPIAN ITU MENJADI SEBUAH CITA CITA YANG BERBUAH KENYATAAN...............
PERTANIAN ORGANIK.........

ORGANIK IS MY LIVE

ORGANIK IS MY LIVE

Senin, 04 Januari 2010

PADI GOGO ORGANIK

PADI GOGO

Varietas : Wayrarem, Cirata

A. Penyiapan lahan 1.Tanah diolah pada kondisi kering sebelum musim hujan. 2.Peningkatan produktivitas, tanah perlu diberi bahan organik (pupuk hijau, pupuk kandang, kompos) sebanyak 5-10 t/ha. 3.Pengolahan tanah dapat dilakukan secara olah tanah sempurna (OTS), olah tanah minimum (OTM), dan atau tanpa olah tanah (TOT).
B. Penanaman 1.Waktu tanam secara tepat dengan memperhitungkan hujan karena akan menentukan Penanaman dilakukan dengan cara tugal (4-5keberhasilan padi gogo. • biji/lubang). 2.Benih yang dibutuhkan adalah 40 kg/ha untuk monokultur. 3.Jarak tanam 40 x 15 cm atau 30 x 30 cm. 4.Lokasi baru yang banyak terdapat ulat grayak, uret, dan lalat bibit, benih perlu dicampur dengan insektisida butiran Furadan atau Dharmafur dengan takaran 2 kg/20 kg benih. 5.Penanaman padi gogo dapat dilakukan bersama tanaman lain.

C. Pemupukan
1.Pemupukan dengan pupuk kandang terfermentasi 10 ton /ha pada saat tanaman berumur 14 hari setelah tugal.
2.Seluruh pupuk diisikan dalam larikan yang dibuat sepanjang baris tanaman pada saat tanah dalam kondisi lembab, kemudian tutup kembali dengan tanah atau dengan cara tugal pada jarak 5cm dari lubang tanam sedalam 7 cm.
3.Pemberian pupuk disertai penyiangan.
4.Lakukan penyemprotan larutan WT Zpt dosis 2cc/lt & WT Organik Cair dosis 3cc/lt air secara periodic seminggu sekali mulai 3 hr setelah benih ditanam.

D. Pengendalian gulma 1.Pada saat pengolahan tanah. 2.Penyiangan manual secara rutin menggunakan sabit, parak. 3.Penggunaan herbisida.

E. Pengendalian hama dan penyakit >Hama: Lundi/uret, lalat bibit, penggerek batang, wereng coklat, walang sangit, dan tikus. >Penyakit: Blast dan bercak coklat.

F. Panen 1.Dilakukan sebaiknya pada fase masak panen dengan ciri kenampakan 90% gabah sudah menguning. 2.Panen pada fase masak lewat panen, yaitu saat jerami mulai mengering, pangkal malai mulai patah, dapat mengakibatkan banyak gabah rontok saat panen.
3.Sebaiknya panen dilakukan dengan sabit bergerigi dan perontokan dengan pedal tresher. 4.Perontokan dengan memukul-mukul batang padi pada papan sebaiknya dihindari, karena menyebabkan kehilangan hasil yang cukup besar sampai 3,4%.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar